Wednesday, 9 January 2013

doa

Tiada satupun yang lebih mulia bagi Allah melainkan do’a”. Do’a adalah senjata, do’a adalah bukti begitu kecilnya kita sebagai hamba. Tidak pantas kita menyombongkan diri karena hanya kepada Allah sajalah kita memohon pertolongan dan perlindungan. Apalagi do’a seorang istri kepada suami, seperti kisah Nabi Ayub as. Ia diuji dengan bencana yang menimpa fisiknya. Tubuhnya tidak menyisakan satu lobang jarumpun yang sehat. Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menolongnya, selain istrinya yang tetap memelihara cintanya karena Allah. Istrinya selalu melayaninya dan selalu mendo’akan sang suami untuk kesembuhannya, maka Allah mengabulkan do’anya, memper kenankan permohonannya. Lalu Allah memerintahkan Nabi Ayub untuk bangkit dan menjejakkan kakinya ke tanah dan Allah mengeluarkan mata air dari dalam tanah dan menyuruhnya mandi dengan air itu. Lalu, Allah menghilangkan seluruh penyakit yang ada di tubuhnya. Itulah buah dari do’a istri yang sholehah. “ Do’a Perempuan lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki, ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab Baginda, “ Ibu lebih penyayang dari pada Bapa, “ dan do’a orang yang penyayang tidak akan sia-sia”

cinta

Cinta adalah..........................................

Cinta adalah keindahan yang murni tanpa kepalsuan
memberi imajinasi hidup dalam keselarasan realita dan impian
Cinta yang indah adalah membangkitkan kehidupan
dan kehidupan bergerak dalam setiap kebaikan, keserasian, dan kedamaian
Cinta yang indah bukanlah ungkapan napsu yang berjalan dalam ketidaksabaran dan pemuasan diri........ ......
Cinta yang indah tidak merusak dan tidak menyebabkan tangisan kesedihan
Didalam cinta ada senyum ada kelembutan ada kedamaian dan ada kenyataan yang membahagiakan sebab didalamnya ada kenyataan dan tujuan
Cinta adalah kepastian, tiada keragu-raguan, tiada yang membingungkan. ......... ......
Berjalan dalam cinta yang indah adalah menapaki setiap kepastian demi kepastian
Cinta yang indah adalah keserasian, kesepadanan. ......... menyatu dalam bulir Ilahi penuh pengharapan dan penyerahan hak
Cinta adalah sebuah pondasi kebahagiaan sebab didalamnya ada penghargaan dan penghormatan
Cinta adalah keindahan yang tanpa batas .......... sebab didalamnya ada kasih yang melindungi.. ......dan selalu ingin melindungi, membentang melampaui setiap keterbatasan yang fana
Cinta adalah menghidupkan.

stasiun surabaya

Stasiun Surabaya Kota
(SB) yang populer dengan nama Stasiun Semut terletak di Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya. Letaknya sebelah utara Stasiun Surabaya Gubeng dan juga merupakan stasiun tujuan terakhir di kota Surabaya dari jalur kereta api selatan pulau Jawa yang menghubungkan Surabaya dengan Yogyakarta dan Bandung serta Jakarta. Sejarah Stasiun Surabaya Kota
Stasiun Surabaya Kota dibangun ketika jalur kereta api Surabaya-Malang dan Pasuruan mulai dirintis sekitar tahun 1870. Tujuannya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pedalaman Jatim, khususnya dari Malang, ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu. Gedung ini diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878. Dengan meningkatnya penggunaan kereta api, pada tanggal 11 Nopember 1911, bangunan stasiun ini mengalami perluasan hingga ke bentuknya yang sekarang ini.
Stasiun Surabaya Kota menjadi stasiun ujung untuk kereta api-keretapi api ekspres terbaik pada masanya, mulai dari Eendaagsche yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya dalam waktu tercepat 11 jam 30 menit pada tahun 1930-an, hingga kereta ekspres malam Bima yang hingga awal 1990-an membawa kereta tidur.
Rumah Sinyal di Stasiun Surabaya Kota
Stasiun kereta api ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh walikota Surabaya pada tahun 1996. Stasiun itu ditetapkan sebagai bangunan yang harus dipertahankan bersama 60 bangunan lainnya di kota Surabaya. Keberadaannya terancam dengan rencana pembangunan pusat perbelanjaan dan kawasan pertokoan yang mengancam rusaknya keaslian lanskap stasiun itu.
Lokasi Stasiun Surabaya Kota (Semut) di kelilingi pusat perbelanjaan, disebelah selatan ada Pengampon Square. Akses menuju Pengampon Square sangat mudah dengan berjalan kaki, Anda bisa sampai di Pengampon Square. Disebelah utara ada Pasar Atom, Semut Mega Plaza untuk bisa ke lokasi Anda bisa naik becak atau berjalan kaki.

kota paris

Siapa sih yang nggak tahu Paris? La ville des lumières ini nampaknya sudah sangat terkenal di berbagai belahan dunia. Ada yang bilang Paris itu romantis, sehingga tidak sedikit orang yang menjadikan Paris sebagai sasaran berbulan madu mereka, atau setidaknya tempat untuk wisata.
Mendengar kata Paris, tentu saja pikiran kita tidak lepas dari La Tour Eiffel, menara kokoh dan cantik ini berhasil menarik ribuan wisatawan setiap harinya. Biasanya menara ini merupakan tujuan paling pertama para wisatawan. Namun, tidak lengkap rasanya jika kita tidak naik hingga puncak atasnya. Dengan bermodal 12 euro, kita dapat menikmati pemandangan indah seluruh Paris dari puncak Eiffel.  Namun, harus memiliki kesabaran ekstra ketika mengantri untuk beli tiket dan mendapat giliran lift nya.
Untuk mengelilingi kota Paris, dapat menggunakan navette, atau seperti bis wisatawan yang mengelilingi hampir seluruh objek wisata di Paris, harganya bervariasi, tergantung paket yang diambil. Alternatif lain adalah menggunakan batobus, batobus adalah kapal besar yang melintasi sungai Seine, yang jalurnya memang mengelilingi kota Paris Intramuros. Namun kekurangannya, kita tidak bisa turun untuk mengambil foto atau melihat peninggalan sejarah di setiap objek wisata, tapi hanya melintasi saja. Atau bagi para backpacker yang menginginkan harga lebih murah, bisa menggunakan metro dan RER dengan membeli tiket untuk sehari. Tidak usah meragukan transprotasi di Paris, metro dan RER nya selalu ada tiap 4 menit sekali, dan hampir tidak pernah telat. Tapi jika anda memilih opsi yang terakhir ini, pastikan kaki anda kuat untuk berjalan dan berdiri di metro, karena memang budaya di Paris seperti itu. Dan pastikan juga anda cukup pandai dalam membaca peta jalur transciliens metro dan RER tersebut, karena sangat berbeda dengan di Indonesia, metro merupakan sarana transportasi utama di Paris, jumlahnya sangat banyak dan menghubungkan ratusan stasiun di kota tersebut.

motifasi belajar

Motivasi belajar pada dasarnya merupakan bagian dari motivasi secara umum. Dalam kegiatan belajar mengajar dikenal adanya motivasi belajar yaitu motivasi yang ada dalam dunia pendidikan atau motivasi yang dimiliki peserta didik (siswa).
            Sardiman (2006) mengemukakan bahwa “motif” dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam dan di dalam subyek untuk melakukan aktivitas tertentu demi mencapai tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Berawal dari kata “motif” maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu, terutama bila keinginan untuk mencapai kebutuhan sangat kuat. Selain itu, menurut Dimyati dan Mudjiono (2006) motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Nasution ( dalam Rohani, 2004) menyatakan motivasi peserta didik (siswa) adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga siswa mau melakukan apa yang dapat dilakukannya.
Menurut Winkel (2005) “Motivasi belajar ialah keseluruhan daya penggerak psikis di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, menjamin kelangsungan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar itu demi mencapai suatu tujuan. Motivasi belajar memegang peranan penting dalam memberikan gairah atau semangat dalam belajar, sehingga siswa yang bermotivasi kuat memiliki energi banyak untuk melakukan kegiatan belajar”.
            Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa motivasi belajar adalah suatu penggerak yang timbul dari kekuatan mental diri peserta didik maupun dari penciptaan kondisi belajar sedemikian rupa untuk mencapai tujuan-tujuan belajar itu sendiri.

jakarta hari ini

Jakarta Kini

Provinsi DKI Jakarta mempunyai luas daratan 661,52 km2 dan lautan seluas 6.977,5 km2 serta tercatat ±110 pulau yang tersebar di Kepulauan Seribu. Secara administrasi, Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah Kotamadya dan 1 Kabupaten Administrasi yaitu Jakarta Pusat dengan luas daratan 47,90 km2; Jakarta Utara dengan luas daratan 154,01 km2, Jakarta Barat dengan luas daratan 126,15 km2; Jakarta Selatan dengan luas daratan 145,73 km2; Jakarta Timur dengan luas daratan 187,73 km2 dan Kabupaten Adm. Kepulauan Seribu.
Jumlah penduduk Provinsi DKI Jakarta 9,041 juta jiwa dengan kepadatan penduduk 13.667,01 jiwa per km2. Jakarta beriklim tropis, dengan suhu tahunan rata-rata 27°C dengan kelembaban 80-90%. Karena terletak di dekat garis khatulistiwa, arah angin dipengaruhi oleh angin musim. Angin musim barat bertiup antara November dan April, sedang angin musim timur antara Mei dan Oktober. Curah hujan rata-rata 2.000 mm, curah hujan paling besar sekitar bulan Januari dan paling kecil pada bulan September.
Provinsi DKI Jakarta terletak disebelah Selatan Laut Jawa; sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten/Kota Bekasi; sebelah Selatan dengan Kabupaten/Kota Bogor dan Depok serta sebelah Barat dengan Kabupaten/Kota Tangerang. Lokasi Provinsi DKI Jakarta yang strategis di Kepulauan Indonesia menjadikan Jakarta pintu gerbang utama dalam perdagangan antar pulau dan hubungan Internasional dengan pelabuhan utamanya Tanjung Priok dan Bandara Soekarno Hatta.
Kedudukannya yang khas baik sebagai ibukota negara maupun sebagai ibukota daerah swantantra, menjadikan Jakarta istimewa dan berstatus sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI). Karena fungsi yang diembannya sebagai pusat pemerintahan dan lebih dari 70% peredaran uang berada di Jakarta, menimbulkan konsekuensi sebagai pusat kegiatan ekonomi, perdagangan dan jasa, pusat kegiatan sosial dan budaya dengan berbagai sarana terbaik di Indonesia dalam bidang pendidikan, budaya, kesehatan, dan olahraga.
Jakarta juga memiliki banyak tempat bersejarah dan warisan budaya. Pariwisata merupakan salah satu industri jasa yang pertumbuhannya paling cepat dan mempunyai banyak peluang untuk terus berkembang menjadikan Jakarta sebagai kota budaya dan pariwisata.

@normakartika

gadged

Gadget yang saat ini beredar dan merebak di banyak lapisan masyarakat menimbulkan beberapa gejala sosial baru di masyarakat kita. Sebagian orang menjadikan Gadget hanya berfungsi sebagai Gaya Hidup (lifestyle) semata, dan oleh sebagian yang lain Gadget dianggap sebagai sebuah kebutuhan.
Untuk bisa melihat secara jelas dan menilai kapan sebuah Gadget berfungsi sebagai Gaya dan kapan berfungsi sebagai Kebutuhan perlu memperhatikan aspek berikut:
Gadget sebagai Gaya Hidup
Di beberapa kalangan Gadget akan hanya berfungsi sebagai gaya hidup (lifestyle) ketika pemanfaatan dari fitur di sebuah Gadget di gunakan oleh kelompok masyarakat yang tidak tahu fungsi dari fitur yang ada di Gadget. Hal ini bisa di contohkan pada seorang anak ABG (Anak Baru Gede) yang ingin dibelikan Gadget karena alasan supaya terlihat keren dan ingin di puji teman-teman di sekolahnya.
Apa yang di contohkan diatas menunjukan bahwa ABG tersebut dari awal memberi Gadget memang tidak berdasarkan atas kebutuhan Gadget namun lebih kepada faktor Gaya Hidup semata.
Saat ini banyak orang khususnya di kalangan remaja terjebak dalam posisi seperti ini, dimana mereka (ABG) membeli Gadget hanya lebih dikarenakan faktor Gaya Hidup semata. Hal ini tentunya sangat disayangkan sekali. Jika seorang ABG saat membeli sebuah Gadget hanya berdasarkan Gaya Hidup semata, dikhawatirkan penggunaan Gadget hanya akan berfungsi sebagai sarana Bermain Game, Facebookan, Twitteran, dan yang lebih berbahaya lagi adalah akses ke situs-situs porno yang itu akan merusak pola pikir remaja tersebut.
Dalam hal ini dibutuhkan peran orang tua supaya mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka, sejauh mana seorang anak saat membeli sebuah Gadget harus di sesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya. Jika perlu orang tua harus mengarahkan dan mengarahkan kepada anak-anak mereka untuk menggunakan fitur dan fasilitas yang ada di Gadget untuk kebutuhan yang bermanfaat.
Gadget sebagai Kebutuhan
Sebuah Gadget bisa dikatakan sebagai Kebutuhan memiliki ciri yang mungkin setiap orang akan berbeda-beda dalam memahaminya. Namun dari beberapa kasus bisa dilihat berdasarkan profesi dan jenis pekerjaan seseorang.
Beberapa jenis profesi dan pekerjaan yang dimaksud antara lain:
Wartawan
Seorang wartawan dimana akses informasi begitu cepat seperti sekarang, tentunya pekerjaan juga menuntut sebuah berita yang selalu update. Dengan demikian tentunya memiliki Gadget adalah kebutuhan yang saat ini mutlak diperlukan.
Profesi di Bidang IT (Programmer, Bloger, Marketing Online, dll)
Mereka yang setiap hari bergelut dengan urusan IT khususnya yang selalu online, memiliki Gadget tentunya sebuah kebutuhan yang teramat sangat penting. Hal ini dikarenakan memang Gadget sendiri adalah bagian dari alat profesi mereka untuk mempercepat dan memperlancar pekerjaan mereka.
Pebisnis (Pengusaha)
Seorang pengusaha di bidang apapun, seharusnya di era sekarang ini memang harus memiliki gadget untuk memperlancar usahanya. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan fitur-fitur dan fasilitas Gadget seorang pengusaha bisa memiliki waktu lebih banyak menjalankan usahanya dimanapun berada.
Lain-lain
Profesi lain-lain yang saya maksud adalah semua jenis profesi apapun jika memang yakin dan bisa memanfaatkan adanya gadget untuk mensuport pekerjaan dan aktifitasnya, maka sesungguhnya adanya Gadget bisa menjadi kebutuhan.
Misalnya profesi seorang Petani, profesi petani mungkin oleh banyak orang dianggap sebagai profesi yang tidak atau belum membutuhkan gadget untuk mensuport pekerjaanya. Namun untuk seorang Petani yang memiliki pola pikir dan kemampuan yang cerdas, sebuah Gadget bisa menjadi kebutuhan untuk mempromosikan hasil pertanianya melalui internet dengan Gadget yang dia miliki. Bahkan bukan hanya untuk memasarkan hasil pertanian seorang petani jika bisa memanfaatkan Gadget bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan yang lain.
Dari pemaparan tersebut bisa disimpulkan bahwa yang menentukan sebuah Gadget dikatakan sebagai Gaya Hidup atau Kebutuhan lebih di tentukan dari Tujuan dan Fungsi dari seseorang dalam memanfaatkan Gadget melalui fitur dan fasilitas di dalamnya.